PENGALAMAN DAN KENDALA BERLANGGANAN INTERNET BIZNET

Beberapa hari yang lalu, perusahaan kami memutuskan untuk berlangganan internet menggunakan ISP Biznet, sebagai tambahan dari 2 internet koneksi kami yang sudah ada.
Pilihan dijatuhkan pada Biznet karena adanya paket broadband yang murah, dan available di gedung kantor kami berada. Tidak semua ISP bisa masuk ke gedung-gedung di Jakarta sehubungan dengan kendala teknis maupun administrasi yang saya kurang paham sebabnya.

Biznet_Metronet_Logo

Dengan 2 juta rupiah, kami bisa mendapatkan layanan broadband sebesar 30MB up to connection. Lumayan buat backup dan penggunaan internet tim marketing, karena kami pun telah memiliki 2 layanan dedicated line lainnya sebagai back bone dan back up.
Sebagai perusahaan yang menggantungkan bisnisnya pada sambungan internet, putusnya koneksi internet menjadi hal yang sangat-sangat dihindari di perusahaan kami. Karena itulah maka kami menggunakan beberapa ISP sebagai penyuplai kebutuhan internet tersebut.

Layanan Biznet yang kami ambil adalah Metronet Up to 30MB, dengan harga 2 juta rupiah per bulan, ditambah biaya instalasi sebesar 1 juta rupiah. Kontrak selama minimal 2 tahun, dengan penalti sebesar 4 juta rupiah apabila kami memutuskan kontrak sebelum berakhir, dan tanpa boleh meminta trial. Akhirnya saya memutuskan untuk memasang jaringan tersebut, hanya dengan jaminan janji dari sales perusahaan tersebut.

Setelah beres dengan segala masalah administrasi dan lain-lain, akhirnya layanan pun dipasang. Dan setelah itu barulah saya tahu ada beberapa hal yang harus kita pertimbangkan sebelum menggunakan layanan ini, di antaranya :

– Layanan internet Metronet adalah layanan broadband up to 30MB, artinya kecepatan tertinggi yang dapat kita dapat adalah sebesar 30MB, namun karena ini shared dengan member lain, maka kapasitas maksimal tersebut dapat tercapai dengan tergantung pada pemakaian member lainnya.

– DNS Biznet adalah Locked DNS, artinya semua keluaran internet yang menggunakan layanan mereka, tidak bisa keluar menggunakan DNS lain. Open DNS seperti milik google, atau lainnya tidak akan berfungsi, walaupun DNS tersebut kita tuliskan bahkan di LAN Card PC kita.

Keunggulan dari hal ini adalah :
– Traffic shaping bisa dilakukan dengan baik oleh Biznet,
– Banyak web site yang mengandung unsur X telah di blok, sehingga filtering menjadi terbantu, walau hanya sebagian kecil saja.
– Koneksi menjadi cepat dan sesuai dengan harga yang kita bayarkan, walau tidak perlu bermimpi bisa mendapatkan kapasitas maksimal, tapi dengan harga seperti ini, yang kita dapat cukup memuaskan

Kendalanya :
– Koneksi bertipe PPPOE, sehingga pada sebagian router, fungsi NAT menjadi tidak berfungsi dengan tipe koneksi seperti ini

– Biznet hanya mengijinkan kita menggunakan DNS mereka, jadi kosongkan saja isian alamat DNS dan IP, untuk di obtain secara otomatis
– Kita jadi sangat tergantung dengan alamat DNS Biznet tersebut, artinya apabila ada masalah dengan server DNS tersebut, pasti internet kita terputus

– Kita tidak bisa menggunakan router multi WAN untuk menggunakan Load Balancing bahkan Failover, hal ini karena saat router membaca DNS dari ISP lain dalam koneksi yang sama, maka koneksi ke Biznet akan tidak bisa tersambung, yang mana hal ini justru mengganggu kerja router sehingga seluruh koneksi justru menjadi “putus nyambung” bahkan akhirnya putus beneran. Sungguh sangat mengganggu.

– Koneksi ini hanya bisa digunakan sebagai koneksi tunggal dalam multi WAN router, penggunan multi koneksi tidak bisa dilakukan. Kalau ada yang penasaran silakan coba sendiri

– Penggunan sistem backup koneksi hanya bisa dilakukan dengan sistem manual, dimana apabila ada masalah dengan koneksi Biznet maka kita harus mencabut koneksinya secara fisik dan menggantinya dengan koneksi ISP lain, karena bahkan Failover pun tidak bisa kita terapkan disini. Prinsip failover adalah router mengecek koneksi tiap interval tertentu, dimana saat router memeriksa ada DNS lain selain Biznet, somehow koneksi langsung menjadi tidak stabil lantaran koneksi Biznet menjadi terputus. Penggunaan static manual routing secara fisik agaknya menjadi solusi terakhir untuk koneksi multi WAN apabila salah satunya menggunakan koneksi Biznet Metronet ini.

network-technician

Namun seperti saya sampaikan diatas, it’s worth the price. Untuk harga 2 juta rupiah, di gedung perkantoran tertentu seperti gedung kantor kami ini, nampaknya Biznet menjadi satu-satunya option yang kami miliki. Sistem penjatahan supply internet menjadi salah satu kendala mengapa kita tidak bisa lebih memperluas option yang kita miliki.

Pemblokiran alamat routing DNS adalah kebijakan dari KEMENKOMINFO, yang seharusnya diikuti oleh seluruh ISP di Indonesia, walau saya tidak tahu pasti apa targetnya, karena sangat tidak mungkin untuk memblok situs-situs terlarang dengan hanya mengandalkan Managed DNS Routing. Bzinet adalah salah satu ISP yang menerapkan hal ini, walau saya yakin lebih banyak ke arah traffic shaping atau proxying, yang jelas inilah kebijakan Biznet, sehingga perlu Anda pertimbangkan dengan baik-baik apabila hal-hal kendala di atas menjadi concern Anda, karena saya yakin, hal ini tidak hanya diberlakukan untuk broadband tapi juga untuk layanan Dedicated mereka.

Apabila hal-hal tersebut akan menjadi kendala dalam sistem networking Anda, silakan lakukan trial ataupun langkah-langkah yang diperlukan, dan luaskan opsi Anda.

Salam,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s