BPJS, Program Harapan Rakyat, Jangan Dikorupsi

BPJS Harapan baru Indonesia
Sejak pemerintahan Presiden Jokowi, banyak sekali kemajuan dan inovasi yang dilakukan dan dicoba diterapkan di Indonesia ini. Pemerintahan sekarang sudah sangat jelas pro rakyat, dan berusaha memaksimalkan potensi negara untuk kemakmuran rakyatnya. Sungguh suatu hal yang sangat menggembirakan dan membanggakan bahwa telah datang pemimpin yang memikirkan kepentingan rakyatnya. Yang selama ini terjadi kebalikannya, dimana rakyat yang senantian selalu harus menyenangkan pemimpinnya.
Satu hal yang paling terasa manfaatnya adalah program BPJS Kesehatan. Saat ini setiap rakyat Indonesia bisa merasakan berobat secara gratis, dengan mengikuti program BPJS dimana kita dimintai iuran per bulan sebesar antara 25 ribu sampai dengan 90 ribu tergantung kelas yang kita ingin ikuti.

Banyak orang yang pesimistis bahkan sinis dengan program ini, tapi pemerintahan Bapak Presiden Jokowi, membuktikan, bahwa ini bukan program omong kosong, dan bisa dilakukan. Semua ini bisa dilakukan karena saat ini Departemen Sosial bekerja benar-benar sebagai lembaga sosial, bukan seperti yang dulu-dulu dilakukan dimana JAMSOSTEK dianggap selayaknya perusahaan yang harus untung. Inilah hebatnya Presiden kita saat ini, benar-benar pro rakyat, dan tidak takut mengambil resiko untuk melahirkan kebijakan yang pro rakyat. Namun, sayangnya niat mulia beliau sepertinya saya khawatirkan seperti mendapat cobaan bahkan rintangan yang justru dari rakyat sendiri. Sangat tragis, dan menyedihkan kalau semua yang saya khawatirkan ini benar.

Sudah 2 kali saya mendapat manfaat program ini, dan semuanya lancar. Pelayanan dokter dan perawat rumah sakit benar-benar sesuai dengan yang kami harapkan. Walaupun pada akhirnya ada hal yang mengganjal, dimana tagihan rumah sakit terasa sangat besar. Untuk operasi kecil saja, rumah sakit menagih biaya melalui BPJS sebesar 12 juta dan 15 juta. Walaupun kami tidak membayar sama sekali selain hanya untuk beberapa obat tertentu, tapi menurut saya ini rasanya terlalu mahal, dan rumah sakit pun tidak memberikan copy tagihan kepada kami, seolah-olah mereka menutupi nominal yang harus kita tandatangani.
Saya jadi berpikir, ada apa ini? apakah memang begini permainannya? apakah BPJS tidak sedang dibangkrutkan dengan praktek-praktek seperti ini? Kalau benar, betapa teganya orang-orang ini? proyek yang seharusnya untuk membantu rakyat yang kurang mampu atau dengan metode saling silang, justru menjadi ajang perahan bagi penyelenggara rumah sakit. Kalau seperti ini terus, bukankah nantinya bisa saja program ini ambruk, dan mimpi masyarakat untuk mendapat asuransi kesehatan menjadi sirna? Sungguh menjadi hal yang sangat ironi, dimana saat ini betapa pemerintah ingin memajukan kesejahteraan rakyat, tapi dari sisi sebaliknya, rakyat justru berusaha mengambil keuntuntungan secara tidak wajar dari hal ini.
BPJS
Kalau memang seperti ini yang terjadi, entah apa yang diajarkan agama kita, sehingga kita sama sekali tidak punya empati dan simpati, bahkan etika. Apakah agama kita mengajarkan bahwa kita boleh mengambil keuntungan dari penderitaan orang lain? Apakah uang yang kita rampok ini nanti akan bersih hanya dengan menyumbang anak yatim, membayar zakat, dan mal saja? Apakah ini bukannya suatu kemunafikan yang nyata, dimana kita mengaku sebagai penganut agama yang paling benar, tapi kelakuan kita lebih hina daripada orang-orang yang kalian kafir-kafirkan?

Ya Allah, tolong sadarkan mereka semua. Sadarkan bahwa apabila benar mereka melakukan mark up, maka itu adalah perbuatan hina, dan sangat merugikan pemerintah, yang imbasnya akan kembali kepada dihentikan atau terganggunya program yang sekarang menjadi harapan penduduk miskin ini. Kapan negara ini bisa bangkit? kenapa mental maling ini menjangkiti setiap lapisan masyarakat, baik dari tingkat atas, menengah, bahkan bawah. Kemana ajaran-ajaran yang telah kita baca tiap hari dalam ibadah kita? Apakah karena kita tidak paham artinya, sehingga antara ibadah dan perbuatan tidak nyambung?
Sangat-sangat disayangkan, apabila program mulia pemerintahan Jokowi yang begitu mulia ini harus rusak oleh segelintir orang ataupun kelompok yang tega mengambil keuntungan dari semua ini.
Saya tidak tahu lagi harus menyebut apa bagi mereka-mereka ini, yang tega menghisap darah orang-orang susah. Semoga neraka yang dijanjikan itu ada buat orang-orang seperti mereka ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s