BISNIS TANPA RESIKO

Pernahkah Anda berpikiri untuk memulai atau memiliki suatu bisnis pribadi? Saya yakin, banyak dari kita akan menjawab “Iya”, walaupun ada juga orang yang memilih atau lebih suka untuk bekerja di suatu perusahaan atau jadi PNS, dan seumur hidup menjadi pegawai. Ada kelebihan dan kekurangan dari macam-macam pilihan tersebut. Bila Anda memilih untuk menjadi pegawai, Anda biasanya akan merasa lebih stabil, tenang, dan relatif tidak memerlukan usaha ekstra dalam menjalankan kehidupan Anda. Anda cukup bekerja dengan rajin, menuruti perintah atasan, maka semuanya akan beres. Tapi tentu saja hasil yang Anda dapatkan, biasanya pula tidak seberapa dan terkadang pas-pasan, walaupun dari segi waktu berkelebihan.

success-tips-thebusinessaim

Untuk memilih usaha sendiri, ini pun bukan tanpa resiko, bahkan resikonya sangat jauh lebih besar daripada apabila Anda memilih menjadi pegawai tadi. Dengan memulai usaha sendiri, berarti Anda memilih untuk bekerja keras, dan menentukan maju tidaknya usaha Anda itu, pada diri Anda sendiri. Anda akan dituntut untuk bekerja 24/7 karena ini adalah usaha Anda. Meskipun demikian, pilihan ini biasanya akan membawa keuntungan yang lebih besar, ketimbang pilihan pertama tadi. Anda bisa perhatikan, bahwa semua orang yang sukses, tidak ada yang menjadi pegawai, umumnya mereka adalah para usahawan yang gigih dan ulet dalam menjalankan bisnisnya.

Oke, sekarang kita fokus pada pilihan ke-dua ini. Menjadi pengusaha.

Sebelum memulai suatu usaha, sangatlah dianjurkan bahwa kita memilih usaha yang sesuai dengan hasrat kita, karena biasanya usaha yang dilakukan karena suka, peluang berhasilnya akan lebih besar. Pekerjaan yang kita lakukan dengan senang hati, tentunya akan lebih baik daripada pekerjaan yang dilakukan dengan rasa terpaksa dan tertekan. Untuk itu maka penting bagi kita untuk menentukan, usaha apa yang cocok dengan minat dan hobi kita. Yang hobi tanaman, mungkin bisa membuka usaha pertanian, yang suka masak, bisa memulai usaha kuliner, yang hobi elektronik, bisa membuka toko elektronik, atau servis peralatan elektronik dan sebagainya.

Hal lain yang perlu diperhatikan sebelum memulai usaha adalah, modal. Modal adalah aset yang kita miliki atau persiapkan sebelum memulai usaha, guna mendapatkan hasil atau keuntungan. Modal tidak saja berbentuk uang, tapi juga ilmu, pengalaman, dan juga relasi. Kita harus punya dana untuk memulai usaha tersebut, seperti untuk sewa tempat usaha, pembelian bahan baku, perekrutan pegawai, dan lain-lain. Dalam hal pengetahuan kita juga harus memahami segala hal yang berhubungan dengan usaha kita tersebut. Kita harus memahami dengan cukup matang apa usaha kita, karena apabila kita mengandalkan orang lain, maka sudah bisa dipastikan bahwa usaha kita akan menuju kehancuran. Untuk itu, pengetahuan mendasar harus kita miliki, walau pada pelaksanaannya nanti, bisa saja kita mempekerjakan orang yang lebih ahli di bidang ini.

Semua hal tersebut, dapat kita pelajari, dan dapat pula kita gali seiring perjalanan usaha dari pengalaman, tapi perlu diingat, pengalaman itu mahal, untuk itu, belajar dari pengalaman orang lain, dari buku, dari sekolah atau kursus akan jauh lebih murah, ketimbang Anda harus jatuh bangun murni dari pengalaman yang pastinya akan jauh lebih mahal. Untuk itu carilah pengetahuan yang cukup mengenai jenis usaha yang ingin Anda jalankan. Bicaralah pada orang-orang yang telah lebih dulu menjalankan bisnis sejenis, atau baca literature mengenai hal ini dari buku-buku yang pastinya bisa Anda dapatkan, atau juga secara online.

Selanjutnya adalah manajemen resiko. Apa yang disebut manajemen resiko? Manajemen resiko (MR) adalah upaya untuk meminimalkan resiko kerugian usaha. Kita harus sadar, tidak ada usaha yang tidak berisiko, semua pasti beresiko tergantung seberapa besar dari modal yang kita tanamkan dalam usaha tersebut. Semakin besar modal yang kita tanamkan, berarti semakin besar pula resiko yang bisa menimpa kita. Walaupun semakin besar usaha berarti juga semakin besar kemungkinan keuntungan yang dapat kita raih. Besar resiko ini relatif tentunya, bergantung pada seberapa besar aset yang kita miliki. Apabila kita memilik aset misalkan, 1 milyar, membuka usaha dengan modal 10 juta dan rugi tentu tidak akan begitu mengguncang kita dibandingkan apabila modal tersebut adalah seluruh uang yang kita miliki. Karena itu, penting bagi kita untuk bisa mengukur diri sendiri, seberapa besar resiko kerugian yang bisa kita tanggung, dan apa yang bisa kita lakukan apabila usaha kita tidak berhasil. Kita sudah harus memiliki plan B untuk usaha kita ini, agar apabila hal buruk terjadi, kita tidak panic dan bisa menekan kerugian seminim mungkin.

Bagian terakhir, apakah ada bisnis yang tidak beresiko kerugian? Secara filosofi semua usaha tentu saja beresiko rugi tergantung dari besarnya usaha kita, walau ada juga yang bilang, semua usaha tidak ada yang rugi karena akan menjadi jembatan bagi kesuksesan kita, namun tetap saja, resiko itu ada dan nyata. Minimal kita akan rugi waktu, energi, pikirian, dan mental apabila usaha kita gagal, selain tentu saja yang pasti adalah secara finansial. Untuk itu, maka MR perlu dipertimbangkan dengan baik sekaligus menyiapkan diri untuk bisa bekerja keras, dan tegar apabila gagal. Orang bijak bilang, Anda hanya benar-benar gagal apabila Anda berhenti mencoba.

Namun demikian, ada beberapa bisnis yang secara kasat mata memiliki resiko yang paling kecil secara finansial, misalnya usaha yang tidak menggunakan uang kita sendiri untuk memulainya. Seperti, usaha jasa, atau usaha yang menjual keahilian kita.

Usaha jasa misalnya seperti usaha servis peralatan, usaha les private, mengajar, dan lain-lain. Yang menjual keahlian contohnya seperti apabila kita pandai membuat aplikasi komputer, atau pandai membuat rangkaian bunga, maka hal itu dapat dijual dengan harga yang lebih besar dari modal bahan baku sebenarnya, karena yang kita jual sejatinya adalah keahlian kita.

Selain itu ada banyak bisnis online yang dapat Anda tekuni apabila Anda berminat, contohnya, usaha menjawab survey, ini jelas-jelas tanpa resiko. Atau Anda bisa bejualan online sebagai “drop shipper”. Drop shipper adalah usaha berjualan (secara online umumnya) dimana kita hanya mempromosikan produk dari perusahaan atau toko penyedia drop shipper, tanpa kita harus membuka sendiri toko itu. Nanti bila ada yang membeli produk tersebut, Anda tinggal mengkonfirmasi pada perusahaan penyedia, dan Anda mendapatkan komisi. Segala pengiriman, penyediaan barang, pengawasan, dan lain-lain menjadi tanggungjawab dari penyedia bisnis drop shipper ini. Meskipun komisi yang Anda dapatkan umumnya tidak akan besar, tapi apabila Anda melakukannya dengan tekun, maka seiring dengan meningkatnya penjualan Anda, tentu akan bertambah pula komisi yang bisa Anda dapatkan.

Rejeki itu adalah Tuhan yang mengatur, kewajiban kita hanyalah berusaha. Jadi marilah kita berusaha, dan berdoa, dan biarkan Tuhan menentukan sebesar apa rejeki yang Ia limpahkan kepada kita.

Selamat berbisnis.

2 thoughts on “BISNIS TANPA RESIKO

  1. Sya tidak yakin ada bisnis yang benar-benar 0% resiko. Semua kegiatan bahkan setiap tindakan manusia mengandung resiko. bahkan bernafas saja resikonya terkena radikal bebas dari udara atau terkena polusi udara.

    • Bener Bro, seperti ulasan saya, tinggal seberapa besar kita sanggup menanggung resiko tersebut, dengan mengkalkulasi potensi keuntungan dan kerugiannya, serta studi mengenai hal tersebut sebelum terjun. Minimalisir kerugian, dan mengoptimalkan keuntungan, karena resiko tidak bisa benar2 dihilangkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s