SOCMED Indonesia Naik Kelas Gara-gara Pilpres 2014

Dengan adanya Pilpres 2014 ini, banyak perubahan terjadi di dunia per-socmed-an. Sekarang banyak di antara kita yang ikutan update status soal pilpres, kecurangan pilpres, quick count, berita negatif atau positif dari capres jagoannya masing-masing. Kadang kata-kata kasar tersuratkan, tapi menurut saya masih dalam batas yang wajar. Well, minimal emosi mereka tersalurkan, tanpa harus jotos-jotosan.
Saya yakin hal ini akan mendewasakan kita semua dalam memandang perbedaan (semoga). Disini kita bisa saling berdebat, beradu argumentasi secara terbuka dan dilihat oleh rekan-rekan yang lain. Kredibilitas kita dipertaruhkan dengan tulisan-tulisan yang merupakan pikiran kita tersebut. Sekali kita salah, sangat mungkin kita di bully dan saya yakin tidak ada seorangpun yang mau mendapatkan pengalaman itu.
Dengan social media ini, kita diminta untuk mencari fakta sebelum mengeluarkan status tentang sesuatu hal. Ada juga yang mencomotnya (share) dari tulisan yang sudah ada. Hal ini tentu saja meminimalkan “serangan” pada si pemilik wall ketimbang apabila dia menuliskan pikirannya sendiri.
Pada Pilpres kali ini, banyak kita mendapat ilmu baru, khususnya saya pribadi. Misalnya, siapa capres dan cawapres kita, rekam jejaknya, fakta-faktanya, termasuk koalisi-koalisi di masing-masing kubunya, lengkap bisa kita temukan. Argumen-argumen para pemilih, dan mengapa mereka memilih pasangan tertentu, bila kita amati dengan pikiran terbuka, semuanya masuk akal dan menggambarkan betapa demokrasi di negara kita sudah sedemikian merasuk sampai ke seluruh relung kehidupan masyarakat kita. Bahkan, anak-anak kecil pun sekarang tahu siapa capres dan cawapres yang maju di pilpres kali ini.
Selain itu, kita juga banyak menemukan pengetahuan berdasar debat yang dilakukan. Seperti tank leopard, drone, TPID, BAU dan BAK, istilah-istilah yang belum tentu kita sempat dengar selama ini. Lalu ada juga informasi, bahwa pakaian ihram disunnahkan terbuka di bagian lengan kanan, dan kapan-kapan saja waktunya dalam umrah itu disunahhkan, lalu bahwa umroh bisa dilakukan hanya dalam hitungan beberapa jam saja, benar-benar sesuatu hal yang menarik dan menambah wawasan kita semua.
Yang terakhir adalah Quick Count. QC yang seharusnya menjadi patokan dan tolak ukur dari suatu penghitungan karena memiliki metoda yang sudah jadi pakem tak terbantahkan, ternyata justru banyak menimbulkan polemik lantaran adanya beberapa hasil yang berbeda satu dan lainnya. Kita jadi belajar, dan minimal mengingat-ingat pelajaran jaman sekolah dulu, apa itu teori probabilitas, pengambilan sampel , dan statistik. Benar-benar menarik, bukan?. Meskipun ada sebuah ironi untuk hal ini dimana teori sampling yang seharusnya bisa diyakini merupakan cara yang tepat dan akurat untuk mengetahui suatu hasil akhir, tapi kali ini tercederai oleh adanya hasil yang berbeda dari masing-masing kubu. Ini tentunya menjadi pelajaran dan ilmu lagi bagi kita yang berpikiran terbuka dan mau menyerap informasi dari berbagai pihak dan dari berbagai kubu. Kita akan melihat, siapa yang mengungkapkan kebenaran dan siapa yang memaksakan kebohongan, tapi ilmu yang kita dapat semoga bermanfaat adanya bagi kita semua.
Banyak yang apatis dan sinis akan perkembangan ini, tapi sekali lagi bagi saya, ini merupakan suatu hal yang sangat baik dan pendewasaan bagi kita semua dalam berpolitik dan menanggapi perbedaan. Hal ini juga cerminan partisipasi politik masyarakat akan kejadian riil bangsanya.
Saya tidak yakin, apakah ini adalah hal yang diimpikan oleh Mark Zuckerberg selaku CEO Facebook, atau juga socmed lainnya, dimana social media menjadi media sosial kita dalam menyampaikan pendapat, pikiran, tanggapan, bantahan, bahkan debat melalui cara yang beradab dan beretika dalam kehidupan politik dan sosial kita? Tapi menurut saya. socmed seharusnya bukan hanya jadi album keluarga, sarana memamerkan status sosial atau yang lebih menyedihkan socmed jangan hanya menjadi menjadi tempat untuk melampiaskan kegalauan hati.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s