JANGAN JADI ORANG MISKIN

Saya yakin, tidak ada orang yang ingin jadi orang miskin, semuanya pasti ingin jadi orang yang sukses, banyak duit, syukur-syukur ganteng. Walaupun kita tahu keadaanya harus, seperti itu, tapi banyak dari kita kurang sadar, bahwa menjadi kaya itu perlu proses, dan perlu perjuangan. Tentu lain kalau kalian lahir dari keluarga orang kaya, mungkin kekayaan itu bisa didapat tanpa kalian perlu perjuangkan. Sungguhpun begitu, tapi kekayaan yang murni adalah kekayaan yang kita perjuangkan sendiri, dan itulah yang bisa kita banggakan.

Ibarat dalam hutan, kehidupan kitapun sebenarnya tidak beda jauh. Tiap hari kita dituntut untuk “berburu” ke dalam “hutan”. Kita cakar-cakaran, sikut-sikutan, bahkan saling “membunuh” untuk mendapatkan uang. Karena itu, kalau kalian amati, tidak ada bisnis yang benar-benar jujur, tidak ada orang yang benar-benar baik, semuanya mengancam kita, semuanya akan mencari keuntungan dari kita, karena itu kita harus waspada, lengah sedikit, ikan yang sudah di hadapan kita bisa lenyap disambar orang. Meskipun kita sudah diberi pendidikan sopan santun, tata karma, budi pekerti dan macam-macam bullshit lainnya, tetap saja, naluri kita naluri binatang buas. Kita berada di rantai kehidupan yang paling atas, kita memakan segalanya, maka bukan hal yang aneh kalau kitapun bisa “memakan” sesama.

Uang adalah simbol kesuksesan, uang adalah simbol keberhasilan seseorang,  semua diukur dengan uang. Semakin sukses seseorang, maka semakin banyak pula uangnya. Apakah uang bisa membuat kita bahagia? Belum tentu juga, tapi kalau kita miskin yang pasti kita tidak akan atau minimal susah untuk jadi bahagia. Istilahnya, uang bukan segala-galanya, tapi segalanya pakai uang.

Uang menjadi sesuatu yang sensitif, bahkan, terkadang uang tidak mengenal istilah saudara apalagi teman. Sepasang kekasih bisa putus karena masalah uang, bahkan suami istri bisa bercerai karena uang. Di dunia yang konsumtif seperti sekarang ini, uang menjadi faktor yang sangat penting dalam kehidupan kita. Dan tidak punya uang, atau kekurangan uang, bisa menjadi hal yang membuat kita sengsara, bahkan terhina. Kita akan dipandang rendah kalau miskin, apalagi kalau sampai pinjam uang, pasti kita akan dianggap seperti penderita penyakit kotor yang menular, akan dijauhi, dihindari dan kadang malah dicaci maki.

“Janganlah berhutang”, kalimat itu memang sangat benar, karena hutang memang sumber dari segala masalah. Tapi, bagaimana kalau kita memang tidak punya uang? Apakah kita harus mencuri? Jalan satu-satunya berhutang. Kadang kita memerlukan ini, dan bahkan banyak orang sukses yang memulai usahanya dari berhutang, asal kita bisa mengelolanya dengan baik. Jadi sebenarnya yang harus kita lakukan itu mengelola hutang, bukan mengelola uang.

Untuk itu maka kita harus berusaha jangan sampai kita terperosok ke dalam lingkaran hutang. Contohnya hutang kartu kredit, itu benar-benar seperti pasir hidup. Pernah Anda dikejar-kejar debt collector? Apalagi kalau DC nya logat Maluku, atau Batak, hadeuhhh..Anda benar-benar akan merasa seperti kotoran tidak berharga, bukan? Punya kartu kredit memang enak, tapi sebenarnya lebih banyak mudharatnya juga. Kartu kredit sebenarnya diperuntukakan untuk memudahkan kita bertransaksi sehingga kita tidak perlu membawa uang tunai, dan sama sekali bukan untuk kita berhutang. Bunga kartu kredit sangat menjerat dan memberatkan, karena ada bunga minimal perbulan, misalnya 3% dari tagihan atau Rp. 75.000,- mana yang lebih besar. Jadi kalaupun Anda punya tagihan hanya Rp. 100.000,- pun bunganya tetap saja minimal Rp. 75.000,-. Bayangkan kalau Anda punya 5 kartu, bisa dibayangkan uang yang harus Anda bayarkan untuk sesuatu yang tidak perlu tersebut. Karena itu dalam penggunaannya pun, Anda harus bisa selektif dan berhati-hati, juga harus terencana skema pembayarannya. Sekali Anda terpeleset, akan sangat sulit bagi Anda untuk bisa bangkit lagi. Tapi jangan menyerah, jika kita fokus, dan bekerja lebih keras, kita pasti bisa. Jangan menutup lubang hutang dengan hutang yang lain, itu akan lebih konyol dan lebih bodoh. Kalau bisa cari pinjaman dengan jangka waktu yang sangat panjang sehingga Anda tidak terjerat dengan hutang baru. Ikut arisan juga bisa menjadi solusi yang sangat membantu. Sekali lagi fokus, dan apabila ada kesempatan segerakan untuk menutup kartu kredit Anda.

Alternatif lain ialah dengan meminta keringanan cara pembayaran ke Bank penyedia kartu kredit Anda. Dengan cicilan tetap, dan potongan, ini bisa menjadi altenatif penyelesaian masalah hutang kartu kredit Anda.

Jadi, saya ingatkan, hindarilah berhutang, kalau ingin hidup lebih baik atau sedikit bermewah-mewah, bekerjalah dengan lebih baik dan lebih keras lagi. Mungkin harus sikut sana sikut sini, tapi, hey.. semua orang juga begitu… Mereka yang di atas sana juga karena menyikut orang lain, dan mereka yang di atas sana juga berdiri di atas penderitaan orang lain. Sekali lagi saya hanya menyampaikan semuanya dalam kiasan, pahamilah dengan bijaksana. Namun pun demikian, Anda sendiri yang mengambil keputusan, apakah Anda akan menjadi orang yang kejam dalam mencapai kesuksesan Anda, atau Anda akan berdiri tegak dan tinggi dengan kehormatan serta kebanggaan, dan kecintaan dari orang-orang di sekitar Anda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s