PULAU HARAPAN KEPULAUAN SERIBU TOUR

@pulau_harapan

Click to view gallery of the tour

Tanggal 23 Desember 2012, menjadi hari bersejarah bagi saya. Karena pada hari itu, kami sekeluarga memutuskan untuk piknik mengujungi Pulau Harapan, di daerah kepulauan seribu. Agak ragu juga sebelumnya, mengingat kondisi cuaca yang sedang seru-serunya hujan deras disertai angin yang cukup kencang. Tapi dengan membulatkan tekad dan keberanian serta berpasrah kepada-Nya, kami pun memutuskan berangkat. Lagian uang sudah ditransfer, nggak bisa dibalikin, bo!  Melalui agen perjalanan yang cukup tidak jelas, kami membayar Rp. 290.000,- per orang, dari 25 orang yang ikut dalam tour keluarga kami ini.

Sesuai dengan kesepakatan, maka Dermaga Muara Angke menjadi departure point kami. Daerah pinggir laut di bilangan Pluit inipun kami datangi, pas pada pukul 6 pagi. Dermaga yang jadi tempat pengolahan dan tempat penampungan ikan serta hasil laut ini seperti biasa, berbau amis menyengat. Dan lebih parahnya lagi, tempat parkir mobil yang disediakan terendam air rob sebatas mata kaki. Hadeuh..terpaksa mobil pun ikut terendam sebatas bawah ban, di air yang berbau menyengat tersebut.

Menumpang Kapal bernama Dolphin, pada pukul 07.30 WIB, kami pun bersiap untuk menempuh perjalanan menuju ke Pulau Harapan, melorot dari jadwal yang ditentukan, jam 6 pagi (biasa, jam orang Indonesia). Tidak seperti namanya yang keren, kapal ini berupa onggokan kayu bermesin, yang sangat sederhana. Terdiri dari 2 dek, semua bagian kapal terbuat dari kayu. Kami bisa duduk di bagian bawah, atau di bagian atas dari kapal berukuran kira-kira 20m x  5m. Ternyata penumpangnya banyak juga, sekitar 60 orang. Dan meskipun bagian dalam kapal masih kosong, banyak pula penumpang yang memilih duduk di palka kapal, atau malahan di atas atap. Menantang angin laut yang cukup kencang dan guncangan dari air laut yang terbelah.

Sekitar 2.5 jam dari perjalanan yang cukup “menegangkan” ini, kami pun tiba di Pulau Pramuka. Kebanyakan penumpang turun di pulau ini, yang ternyata merupakan pulau yang banyak diminati oleh pengunjung ke kepulauan seribu ini. Tapi karena tujuan kami ke pulau Harapan, maka kami pun meneruskan perjalanan tersebut sekitar kurang lebih 30 menit lagi.

Huff…akhirnya kami pun pada sekitar pukul 10.35WIB, menjejakkan kaki di Pulau Harapan. Sebuah pulau dengan luas sekitar 2000 meter persegi, yang cukup eksotis, namun juga ternyata sudah cukup dipenuhi penduduk. Turun di dermaga sederhana yang cukup apik, kami berjalan sekitar 200 meter menuju penginapan yang berada di pinggir pantai di sisi berlawanan dari dermaga tempat kami berlabuh. Kami pun langsung disambut dengan sarapan (sekaligus makan siang) dengan menu masakan sederhana, tidak lupa dengan ikan sebagai lauk utamanya.

Setelah beristirahat sebentar, kami pun diajak untuk mengunjungi pulau-pulau satelit di kepulauan tersebut. Rencananya kami akan snorkeling. Dengan menggunakan perahu kayu berukuran 10 m x 1,5m, kami pun membiarkan diri kami diombang ambing gelombang laut untuk mencapai pulau kecil yang katanya punya biota laut yang lumayan indah. Tapi di pulau pertama, ternyata gagal, karena banyak Bulu Babi, yang bisa berbahaya bagi kami. Akhirnya kami pun menuju ke pantai lainnya yang berada di sekitar kepulauan tersebut pula. Coba menyelam di air yang dangkal, yah… lumayan lah, Cuma airnya terasa asin banget.

Akhirnya setelah hanya sekitar 45 menit, kami pun memutuskan untuk menyelam di sekitar pulau lainnya, lumayan agak di tengah laut, kami pun kembali snorkeling. Cukup sukses dan cukup menyeramkan juga karena ternyata arus laut cukup kuat menyeret kami ke tengah laut. Tapi sangat menyenangkan.

Sekitar pukul 4 sore, kami pun meninggalkan lokasi tersebut dan menuju ke home stay kami di pulau Harapan. Malam harinya acara bebas, dan bersantai serta berbincang di antara keluarga, di akhiri dengan barbeque ala kadarnya, jam 12 malam, kami pun mencoba untuk terlelap dan ternyata berhasil dengan baik. Semua tidur lelap karena kelelahan. Home stay yang kami tempati dimiliki oleh seorang pengusaha wisata kepulauan seribu dengan nama beken Pak Rambo.

Home stay yang kami tempati berupa rumah berukuran sekitar 200 meter persegi, dengan 4 kamar tidur berukuran masing-masing 5m x 4m dengan AC dan 2 kamar mandi. Kasur digelar saja di lantai disesuaikan dengan jumlah orang yang menginap. Ada TV 20” di tengah ruangan, cukup memberi hiburan bagi yang tidak mau ketinggalan sinetron favoritnya.

Yang cukup mengejutkan dari pulau kecil ini, ternyata air di sini tidak berasa asin, walau masih sedikit terasa kesat, tapi masih bisa dibilang cukup enak untuk mandi. Untuk masak dan minum, penduduk di sini menggunakan air galon.

Jam 7 pagi, kami sudah dibangunkan dengan ketukan pintu dan telah disiapkan sarapan, dengan menu yang tidak mengejutkan “ikan laut”. Selesai sarapan, kami bersiap-siap untuk mengunjungi tujuan wisata ke pulau lainnya yang telah direncanakan, yaitu ke pulau Penyu. Pulau kecil yang merupakan tempat penangkaran Penyu yang termasuk satwa dilindungi. Di sana kami ditemui oleh pengelola penangkaran, yang dengan telaten menjawab pertanyaan kami sekitar penangkaran tersebut. Sekitar 1 jam di sana, kami pun melanjutkan perjalanan ke Pulau Kotok, pulau penangkaran Elang Bondol yang langka. Namun sayang sungguh sayang, cuaca kurang bersahabat, hujan gerimis dan gelombang air laut yang meninggi membuat kami memutuskan untuk membatalkan tujuan itu di setengah perjalanannya. Mengingat banyak anak kecil dan orang tua dalam rombongan kami, maka kamipun memutuskan untuk putar balik. Dalam perjalanannya, kami singgah di pulau kecil tempat penangkaran ikan laut. Katanya sih milik pengucaha China atau Jepang, yang difokuskan untuk ekspor. Kami melihat ikan besar-besar seukuran 6kg di sana. Cukup menghibur juga, dan petugas di sana pun cukup bersahabat dengan member kami kesempatan untuk memberi makan ikan-ikan tersebut.

Pukul 12.00 WIB, kami kembali menumpangi perahu menuju home stay, dan bersiap-siap untuk meninggalkan pulau tersebut. Dan sekitar pukul 12.30 WIB, setelah berpamitan dan dijemput oleh Kapal Dolphin yang sama mengantar kami ke sini, kami pun meninggalkan pulau Harapan, menuju Dermaga Muara Angke, di Jakarta Utara. Perjalanan kali ini terasa lebih nyaman, dan penumpang pun lebih banyak, yang kebanyakan baru selesai berkunjung ke Pulau Pramuka. Rupanya pulau Pramuka memiliki lebih banyak obyek wisata daripada pulau Harapan yang kami kunjungi. Sedikit agak kecewa, tapi kami tetap bersyukur atas kesempatan yang kami dapati ini. Mungkin, Insya Allah, kami akan mengunjungi pulau-pulau lainnya.

Setelah 3 jam di tengah laut bergelombang, kami pun tiba di Dermaga Muara Angke, Pluit, Alhamdulillah, air rob tidak setinggi saat kami meninggalkan dermaga ini kemarin.

Alhamdulillah kami semua selamat sampai ditujuan dan kembali lagi, dengan kenangan yang cukup indah di liburankali ini.

Buat yang belum mengunjungi, silakan luangkan waktu, It’s worth the trip…

Check our gallery for picture…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s