Pantai Pasir Putih, Anyer

Hari ini saya tidak bicara komputer. Tapi saya ingin berbagi pengalaman soal weekend saya kemarin.

Ceritanya kemarin anak-anak saya ingin main ke pantai. Saya pikir,wah, bukan ide buruk juga. Daripada bengong di rumah, kenapa nggak jalan aja. Akhirnya kamipun memutuskan untuk piknik ke Anyer, pada hari Minggu, keesokan harinya. Untuk mengantisipasi jalanan yang macet biasanya pada akhir minggu, makanya kami pun memutuskan untuk pergi lebih awal.Start berangkat jam 8 pagi, beres-beres barang bawaan 15 menit kemudian, kamipun jalan menuju lokasi pantai.

Beruntung perjalanan tidak semacet yang saya khawatirkan, cuma ada sedikit gangguan karena ada perbaikan jalan. Sampai di daerah pantai Anyer, saya bingung juga, karena sudah lama tidak berwisata ke sana, karena biasanya kalau ke sana saya hanya nyupirin aja, kemananya tinggal terserah yang mbayar…he..he..

Seingat saya, pantai di Anyer sudah banyak yang tidak layak untuk dipakai untuk berenang, dulu saya hanya ingat pantai Bandulu yang lumayan tidak berkarang dan landai, jadi untuk anak-anak cukup aman. Maka sayapun meluncur ke sana, tapi kelihatannya pantai Bandulu sudah penuh. Penuh pedagang dan juga penuh kendaraan, bahkan sebenarnya saya kelewatan. Nah, pas itulah saya melihat spanduk “Pantai Pasir Putih” Pantai tanpa karang, dan ada juga permainan anak-anak. Lokasinya setelah pantai Bandulu dan sebuah jembatan kecil, sebelah kanan kalau dari arah Anyer. Jalan masuknya ada seperti bukit agak menanjak terjal, dan setelah bukit itulah, pemandangan pantai Pasir Putih terhampar.

Dengan ruang parkir yang luas, dan sarana permainan Banana Boat, Motor Gunung, Wafe Runner, lumayan juga. Ongkos masuk 1 mobil 50 ribu rupiah sudah berikut penumpangnya berapapun, kalau motor saya lirik 15 ribu. Di dalamnya ada ruangan parkir yang luas, bahkan kita boleh parkir di pinggir pantai. Mungkin di lautnya juga boleh..wk..wk… dan pantai benar-benar tidak berkarang.

Ada juga pondok-pondok kecil untuk kita berteduh atau makan. Seperti kotak-kota gitu, tapi ya bagus, jadi teratur dan cukup bersih. Dengan uang sewa 35 ribu rupiah, kita tidak perlu berebutan cari lokasi dan menggelar tikar lagi, bisa tinggal santai disitu.

Puas juga berenang sama anak-anak. Pantainya juga landai jadi tidak dalam, juga ada pengawas pantainya juga. Walau tidak seperti Baywatch, tapi lumayan lah ada beberapa Bapak-bapak dan Anak muda yang bolak balik mengawasi orang-orang yang berenang. Saya juga agak kurang yakin apakah mereka pengawas pantai atau orang lagi iseng aja jalan-jalan…

Pokoknya lumayan lah, jadi saya bilang, Pasir Putih Anyer, has become the last decent beach all along the Anyer shore. So come and visit, before it lasts too… Be there or be sorry…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s