Load Balance Vs Fail Over

Jika kantor kita memiliki sambungan internet lebih dari satu, tentu harapan yang kita idamkan adalah : internet yang lebih cepat, internet yang tidak pernah putus karena ada cadangannya, serta kemewahan yang lain yang biasanya ada dalam pikiran atasan kita, dalam kurung ‘yang membayar’. Hal ini sesungguhnya wajar, karena untuk apa kita membayar 2 kalo dapatnya 1. Yang ada beli 1 dapat 2. Iya khan?

Tapi ternyata ada beberapa kesalahpahaman akan masalah ini, misalnya apakah koneksi internet Anda otomatis akan lebih cepat? Ternyata tidak juga.

Misal Anda memiliki jaringan WAN1 1MB dan WAN2 1MB. Maka bukan berarti total jenderal Anda punya 2MB. Secara matematika, anak kecil juga tau itu benar 1+1=2, tapi implementasinya dalam pembagian bandwidth tidak sesempurna itu.
Hal ini disebabkan karena, dengan router multi WAN apapun (yang saya tahu), tidak menggabungkan 2 jalur WAN itu menjadi satu. Router hanya menggabungkannya secara simultan, artinya bergantian. Nah, disinilah kita bisa menentukan apa yang jadi patokan router untuk penggunaan jalur WAN tertentu.

Yang bisa kita pilih :

1. Pengaturan koneksi berdasarkan jalur internet yang paling cepat. (Base on Traffic Load Balancing)

Pengaturan seperti ini artinya, router akan mengarahkan PC untuk keluar melalui WAN yang jalurnya tidak padat.
Kelemahannya, internet justru jadi seperti naik turun tidak beraturan yang ujung-ujungnya malah membuat semua koneksi menjadi lambat dan tergagap. ( Jadi inget Azis...). Bahkan terkadang, akses kita bisa dianggap attack karena berganti-ganti dari WAN yang satu ke yang lainnya secara acak.
Pengaturan sistem ini sebenarnya bisa di atur lagi yaitu dengan menggunakan filter berdarkan paket data. Artinya, apabila paket sudah dikirim melalui WAN tertentu, maka tidak akan dipindahkan sampe tranfer data itu selesai. Prakteknya,podo wae, tus putus

2. Pengaturan koneksi berdasarkan jalur internet mana yang available (Fail Over)

Pengaturan ini membuat router akan berpindah pada WAN cadangan apabila WAN utama putus.
Dalam prakteknya ini merupakan sistem yang lebih baik daripada menggunakan pengaturan berdasarkan traffic seperti di atas. Cuma masalahnya, penggunaan WAN jadi tidak efektif karena hanya satu WAN yang bisa aktif, yang lain hanya cadangan.

Untuk itu, maka pengaturan secara semi manual, menjadi hal yang paling efektif, walau tidak praktis.

Pertama, kita harus bagi jalur internet secara manual. Artinya, dengan menggunakan IP, kita arahkan (despatch) komputer mana akan melalui WAN man. Lalu kita set satu routing rules yang apabila ada WAN yang putus maka dapat dengan mudah secara manual kita despatch ke WAN yang lain.

Meski agak repot, tapi cara pembagian secara manual ini lebih praktis untuk mengoptimalkan pemakaian jalur WAN kita, dibandingkan kita menggunakan feature load balance yang built-in dari router kita.

Demikian, selamat mengambil keputusan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s