CARA MENGATASI ACTIVE X VIEWER ERROR di CLEARING ICDX

Pasti Anda pernah mengalami masalah saat ingin membuka laporan dalam website yang menggunakan Crystal Report. Crystal Report adalah aplikasi yang digunakan untuk menampilkan report dari suatu data dalam bentuk website. Jadi CP in merupakan plug in yang memungkinan data dalam website dapat ditampilkan dengan baik, tanpa kita perlu membuat satu halaman web khusus untuk itu.

Problem ini terjadi saat kita membuka Daily Report Clearing dari ICDX ataupun dari KBI.

Crystal Report biasanya digunakan untuk website yang menggunakan teknologi ASP, artinya report harus dibuka menggunakan Internet Explorer buatan Microsoft. Untuk membuka laporan ini kita memerlukan Active X Viewer untuk diinstal pada Internet Explorer kita.

Masalah terjadi pada saat kita ingin membuka report dan ada message : Internet Exporer Blocked Active X Viewer because it’s not digitaly assigned. Kira-kira seperti itu messagenya. Intinya plug in itu tidak diperbolehkan di instal atau dijalankan. Untuk itu ada trik sederhana untuk mengatasi masalah tersebut.

Buka internet option, lalu masuk ke tab advanced, lalu turun ke bagian Security, dan centang pilihan Allow software to run or installed even if  signature is invalid.

activexerror

Setelah itu tutup Internet Explorer, dan buka lagi. Sekarang Allow semua prompt mengenai instalasi active x dan lain-lainnya, maka Anda sudah bisa melihat report yang ditampilkan.

Semoga sukses

Advertisements

CARA MENCEGAH USER MENGGANTI PASSWORD KOMPUTER

passwordSebagai seorang admin jaringan, pasti kita sering mendengar keluhan user yang tidak bisa mengakses komputer karena komputer terkunci password. Wajar kalau komputer dengan user tertentu mengunci komputer dengan password, tapi sungguh menjengkelkan kalau komputer yang di password tersebut adalah komputer yang digunakan untuk umum. Untuk itu ada baiknya kalau kita mengunci user tersebut agar tidak bisa mengganti password atau mengisi password dengan cara yang mudah.

Pertama, masuk ke Dos Prompt lalu ketikkan :

NET USER <USERNAME> /PASSWORDCHG:NO

Apabila perintah ini berhasil dieksekusi, maka user tersebut tidak akan bisa lagi mengganti atau mengisi password.

 

Demikian, silakan dicoba sesuai kebutuhan Anda.

PROBLEM TIDAK BISA MENCETAK KARENA PRINTING QUEUE

Mungkin kita pernah mengalami problem dimana kita tidak bisa print pada printer yang di shared dalam network. Hal ini bisa diakibatkan banyaknya queue atau antrian pada printer shared tersebut. Hal ini umum pada sharing printer yang dilakukan dengan menggunakan printer yang sebenarnya bukan printer network (biasanya bertipe N). Maka pada saat traffic penggunaan tinggi, printer mengalami gagap dan pada saat yang sama, user dengan tidak sabar terus melakukan klik print, sehingga yang terjadi justru queue makin banyak dan printer pun jammed.

 

Untuk mengatasinya kita bisa melakukan penghapusan queue secara manual. Namun kadang hal ini kurang efektif karena harus melakukannya berkali-kali sampai queue benar-benar hilang dan cukup menjengkelkan juga.

Untuk itu ada cara yang bisa kita lakukan untuk membersihkan queue tersebut dengan lebih cepat.

Caranya adalah :

Apabila printer tidak bisa mencetak, lakukan langkah-langkah di bawah ini :

  1. Buka Task Manager, masuk ke tab Service, cari Spooler – Klik kanan STOP SERVICE
  2. Buka Folder Windows – System32 – Spool – PRINTERS – lalu hapus semua file yang ada dalam folder tersebut.
  3. Buka Task Manager, masuk ke Tab Service, cari Spooler – Klik kanan START SERVICE

Viola.. maka queue pun hilang dengan cepat dan Anda bisa melanjutkan priting dengan aman sejahtera.

Apabila problem seperti ini sering terjadi pada printer Anda, kemungkinan besar masalah ada pada kabel printer, biasanya kabel printer terlalu panjang, atau apabila Anda sudah menggunakan kabel printer dengan ukuran yang standard, maka kemungkinan besar kabel tersebut bermasalah. Cobalah menggantinya dengan kabel printer lain.

Selamat mencoba…!

Problem Uploading Data ke e-Reporting Bappebti

Dapat komplain dari bagian akunting, masalahnya setiap melakukan upload data ke e-reporting Bappebti, data yang terkirim hasilnya rusak, yaitu lambang currency “Rp” hilang, begitu juga dengan posisi decimal pointnya juga hilang.

Anehnya di komputer lain dengan versi office yang sama tidak ada masalah.

Walhasil, saya bisa pastikan bahwa masalah ada diperbedaan versi windows nya, dimana yang digunakan adalah Windows 10.

Saya cek region sudah sama, bahasa yang terinstal juga sama-sama ada Indonesia-nya, tapi hasil upload tetap dengan error seperti di atas.

Sebelum melakukan upload data, gunakan fasilitas review, karena jika tidak, maka bila data yang dikirim salah, maka kita harus minta staff IT Bappebti untuk menghapusnya dulu sebelum kita bisa lakukan pengiriman revisinya.

 

Akhirnya saya menemukan bahwa ada perbedaan dalam penulisan currency, dimana pada Windows 7 currency adalah “Rp.” Sedangkan di Windows 10 hanya “Rp” tanpa titik. Lalu saya rubah settingan tersebut menjadi “Rp.” (dengan titik), dan voillllaaaa… it works like a champ.

Jadi yang punya masalah dengan upload data ke Bappebti, silakan coba solusi di atas, semoga membantu.

 

Salam,

PROBLEM INSTALASI ANTI VIRUS AVAST atau NORTON, dan LAINNYA

Sering kita mengalamai masalah dalam menginstal antivirus dalam perangkat komputer ataupun laptop kita. Problem umumnya seperti antivirus tidak bisa di update atau antivirus tidak bisa aktif.

Contohnya terjadi pada antivirus Avast, dimana setelah instalasi antivirus tidak bisa aktif dengan catatan “You’re not protected”, atau ada pesan blank besar dengan tulisan “UI Failed to load”,  atau pada Norton ada silang merah yang intinya menyampaikan bahwa komputer Anda tidak terproteksi oleh antivirus tersebut.

Menjengkelkan sekali bukan? Hal ini umumnya adalah karena komputer kita telah atau tengah mengalami serangan virus yang sudah terlanjur masuk dalam perangkat tersebut. Virus telah mencemari file-file penting sehingga service dari antivirus kita tidak bisa di load.

Untuk itu cara mengatasinya adalah tentu saja dengan terlebih dahulu membersihkan perangkat kita dari virus-virus atau malware tersebut. Aneh bukan, ingin menginstal antivirus tapi harus membersihkan virus terlebih dahulu, sementara antivirusnya tidak dapat diinstal.

Untuk itu maka kita bisa menggunakan antivirus atau anti malware yang sifatnya tidak perlu diinstal.

Jika Anda mengalami masalah seperti itu, maka Anda bisa menggunakan :

NORTON POWER ERASER untuk menghapus virus

ADWCLEANER untuk menghapus malware

 

Setelah itu baru lakukan instalasi antivirus Avast tersebut, biasanya akan berhasil dengan mulus.

 

Salam,